Gana: Bulshit! Kau sedang mengolok-olokku? dasar bedebah!

Bayu: No, Sir. It’s realy. Aku serius. Saat ini hubunganmu dan Puri sedang jadi sorotan juga. Entah bagimana caranya gosip keretakan rumah tanggamu sampai juga ke telinga orang-orang di sini.

Kabar yang kudengar kau tak lagi serumah dengannya, apakah benar, Gan? Aku melewatkan sesuatu yang penting rupanya? Atau kau menjadi sedemikian tertutup kepadaku?

Gana terpekur diam oleh serbuan pertanyaan Bayu, jari-jemarinya mengambang apatis di atas tuts keyboard-nya. Diam-diam Gana menghela napas berat, lalu memutuskan memberi jawaban netral untuk keingintahuan Bayu.

Gana: Entahlah, Bay, kau tau bagaimana kerasanya watak Puri, juga peliknya situasi kami. Saat ini aku memilih membiarkannya mengalir apa adanya saja, entah sampai kapan.

Bayu mungkin perlu berpikir sejenak sebelum menjawab balasan yang Gana tulis. Itu tergambar dari lamanya jeda balasan darinya di seberang sana.

Bayu: Aku selalu di belakangmu untuk mendukungmu, kau pasti lebih tau apa yang terbaik bagi rumah tanggamu. Jangan segan-segan untuk menelepon kami, jika kau ingin bicara, apapun! Eh, tau gak lu, Gan?

Gana: Apa?

Bagikan :