Bayu: Wkwkwk… biasanya. Tau banget lu, maklumlah kita kan, Kuli Coy…

Gana: Yang beneran Kuli itu aku, Bay, nih jam delapan malem masih di kantor.

Bayu: Jadi masih di kantor? eũlũh…. rajin banget Kang, soklah, lanjut bae, aku mah udah ngedon manis di rumah, ini lagi nunggu tukang ketoprak liwat.

Gana: Mendadak laper aku, Bay. Baru ingat blom makan malem, udahan dulu yak? Salam untuk Ambar.

Bayu: Okey, salam juga untuk si Upik.

Tulis Bayu untuk terakhir kali, sebelum menutup jendela Chatt-nya. Begitupun Gana melakukan hal yang sama.

Gana menyandar santai pada kursi kerjanya. Masih di ruang yang sama semenjak pukul sembilan pagi tadi. Dia dan beberapa orang di devisinya berusaha menyelesaikan pekerjaan akhir bulan mereka malam ini. Maklumlah ini adalah dua hari menjelang akhir bulan, dan seluruh karyawan harus menerima upah tepat waktu di awal bulan.

Berdiri, Gana melepas ketegangan di otot punggungnya, dengan menggerakkan sedikit pinggang ke kiri dan kanan seraya berdiri di depan jendela kaca berkerai untuk mengawasi suasana di bagian depan ruang kantornya, di mana meja-meja stafnya berjajar membentuk pola berbanjar-banjar.

Bagikan :