Awalnya hanya Gana, namun tiga bulan kemudian mengadopsi Bayu. Mungkin karena Gana terlihat pemurung dan kesepian. Jadi, keinginan untuk mengadopsi seorang anak sekali lagi mengusik dua orang yang sangat baik hati itu.

Mereka duduk di kelas lima dan enam sekolah dasar. Keduanya tumbuh dalam kasih yang tulus dari kedua orang tua angkat mereka. Yang kemudian mengantarkan mereka ke jenjang pendidikan layak dan karier mapan. Bahkan menikahkan keduanya dengan wanita-wanita baik dan cantik, menyempurnakan kehidupan dua anak malang itu sebagai sebentuk tanggung jawab yang terus mereka emban hingga akhir hayat mereka nanti.

Mengingat itu, Gana merasa terhimpit beban berat seketika menekan dadanya kuat-kuat. Serta merta dia berusaha mengalihkan fokusnya ke arah lain, membuang jauh kesedihan itu dan memandang kegiatan kecil Manda di luar pintu beberapa meter darinya.

Gadis itu tengah meneguk lagi kopi dari mug bergambar bayi yang lucu di tangannya, kali ini dia benar-benar duduk seraya mengayun-ayunkan kaki dengan santai, sesekali mengamati baris-baris tulisan yang keluar dari printer-nya. Sungguh sangat santai, namun tetap serius. Seolah hidupnya begitu ringan tanpa beban sekalipun.

Dan lihatlah! Mungkin hanya Manda yang begitu nyaman dengan penampilannya yang serba asal, namun harus dia akui tetap terlihat manis dan lucu.

Bagikan :