Wanita itu tersenyum manis dan menjabat tangan Raka. “Aku Annastasya. Kau bisa memanggilku Anna.”

Raka memalingkan wajahnya kesal.

   “Apa semua orang di Indonesia selalu mempunyai nama paggilan kecilnya ya? Dari semua orang yang ku temui pasti mereka menyuruhku untuk memanggil nama kecilnya, menyebalkan.” Gumam Raka kesal.

Anna mengangkat alisnya ketika mendengar gumaman Raka yang tudak jelas. Lelaki yang ada di hadapannya ini sungguh berbeda dengan Rafael. Raka terlihat lebih santai dan hangat. Tidak seperti Rafael yang selalu canggung berada di sampingnya.

  “Kenapa?” Tanya Anna.

Raka tersenyum menggelengkan kepala. “Tidak apa-apa.” Anna tersenyum manis. Dan itu membuat Raka terperangah. Jantungnya berdegup dengan kencang. Ia tidak pernah melihat dan mendapatkan senyuman manis dari siapapun kecuali dari Merry. Raka baru tersadar kalau wanita yang sedang bersamanya ini sungguh sangat cantik. Dan senyumannya juga membuat hatinya terasa sangat tenang.

   “Kau sedang apa disini? Bukankah kau masih ada kelas?” Tanya Anna.

Raka mengerutkan keningnya. “Kau tahu dari mana kalau aku masih ada kelas?”

Anna tersenyum.

   “Aku tahu semua jadwal di Sekolah ini.”

Raka terkekeh geli. Bisa-bisa ia akan ketahuan kalau melakukan pelanggaran di Sekolah ini.

   “Tapi kau tenang saja! Aku tidak akan melaporkanmu pada sipapun. Anggaplah ini sebagai salam perkenalan kita.”

Raka menganggukan kepalanya mengerti. Untuk saat ini ia akan aman dari hukuman. Tapi untuk selanjutnya ia tidak tahu karena sepertinya Anna bukan wanita yang mudah memafkan dan juga sangat taat pada aturan.

   “Aku harus pergi dulu. Lain kali kita bertemu lagi ya.”

Anna kembali tersenyum manis lalu pergi meninggalkan Raka. Raka terdiam di tempatnya, jantungnya berdegup kencang ketika melihat senyuman manis wanita itu. Hal yang tak pernah ia rasakan pada siapapun.

   Rafael melihat layar laptopnya kegirangan. Tingkahnya seperti telah mendapatkan

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :