Bagian 1

   Seorang lelaki masuk ke dalam sekolah dengan tenang. Penampilannya sungguh berantakan untuk murid baru sepertinya. Semua orang menatapnya kagum. Lelaki itu terlihat sangat tampan dan sempurna. Dengan mata abu-abu indah yang dihiasi dengan bulu mata yang lentik, hidungnya yang mancung, dan rambut cokelat agak panjangnya yang indah. Lelaki itu terus berjalan mengacuhkan setiap padangan kagum orang-orang padanya. Ia sedang mencari lelaki yang mempunyai wajah sama dengannya.

   Orang-orang masih berkerumun melihat murid pindahan yang sangat tampan itu. Raka menyandarkan tubuhnya disisi tembok sekolah. Ia sudah menemukan orang yang mempunyai wajah mirip dengannya. Lelaki itu memandang Raka tidak percaya. Ia berjalan menghampiri Raka dan membawanya pergi dari kerumunan orang-orang. Sedangkan orang-orang yang melihatnya terkejut dengan apa yang mereka lihat.

   Lelaki itu terus membawa Raka menjauh pergi hingga ia menemukan tempat yang aman untuk berbicara dengan sodara kembarnya itu. Rafael menatap Raka. Sudah sangat lama ia tidak bertemu dengan lelaki itu. Hampir 5 tahun lebih. Ia sudah mendengar dari Thomas kalau Raka sudah kembali dari Inggris dan ia tidak menyangka kalau Raka akan datang kesini.

   “Kenapa kau datang ke sini?” Tanya Rafael heran.

Rafael mengangkat bahunya. Ia tersenyum lebar.

   “Apa kabar adik kecilku yang pintar?”

Rafael mendesah pelan. “Aku baik. Jawab aku kenapa kau datang ke sini dan  ” Ucap Rafael melihat baju yang dikenakan oleh Raka sama dengannya. Rafael mengerutkan keningnya. Raka akan bersekolah disini.

   “Kenapa kau pakai baju seragam yang sama denganku?” Tanya Rafael.

Raka tersenyum kecil. “Aku datang untuk membawamu pulang ke Jerman. Merry terus-terusan merengek meminta aku untuk membawamu. Dan itu membuat kepalaku pusing dan sakit.”

   “Aku tidak akan pulang sebelum aku mencapai tujuanku.” Ucap Rafael tegas.

Raka tersenyum geli mendengarnya. Ia menatap Rafael tajam.

Bagikan :