“Haha kau lucu sekali. Ku beri tahu lagi ya, kalau Ibu yang selalu kau bangga-banggakan itu tidak akan pernah mengakuimu sebagai putranya. Kau hanya akan terus-terusan dihina oleh wanita itu.”

Rafael menatap Raka. Memang benar apa yang dikatakan saudara kembarnya itu. Ibu kandungnya tidak pernah menganggapnya sebagai putranya. Malahan jika ia bertemu dengan Ibu, ia selalu mendapat hinaan dan usiran.

   “Benar bukan? Tapi kau tenang saja, aku tahu sifatmu. Kau tidak akan menyerah begitu saja. Jadi aku datang ke sini untuk menemuimu sebelum oranglain mendahuluiku.” Jelas Raka.

Rafael mengangkat alisnya. “Apa maksudmu?” Tanya Rafael heran. Raka hanya mengangkat bahunya lalu menepuk pundak Rafael dan tersenyum lebar. Tapi senyumannya itu bukan berasal dari hatinya. Bukan senyuman tulus yang selalu ia tunjukan sewaktu kecil. Melainkan senyuman lebar yang penuh dengan kebencian pada seseorang. Seseorang yang telah membuatnya menderita.

    “Sudah ku bilang aku tidak akan menjemputmu pulang. Aku hanya ingin memperhatikanmu, kapan kau akan menyerah untuk mengejar orang yang jelas-jelas sudah tidak menganggapmu tidak ada.”

Rafael menatapnya tajam. “Ya sudah, aku pergi cari teman dulu, sampai jumpa di kelas nanti Rafa.” Ucap Raka melenggang pergi meninggalkan Rafael.

   Rafael berdiri dengan perasaan tidak percaya. Ayahnya mengirim orang sepenting dan sesibuk Raka untuk menjemputnya pulang. Dan ia juga tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Raka kalau ia tidak akan langsung membawanya melainkan memperhatikannya.

    Raka memandang orang-orang yang ada di hadapannya dengan tatapan tenang dan cuek. Pak ahmad menyuruhnya untuk memperkenalkan dirinya. Hal yang yang paling ia tidak sukai di dalam hidupnya. Tapi sebagai murid baru ia harus bersikap sopan pada orang-orang termasuk gurunya.

   “Selamat pagi semua! Kalian pasti merasa aneh denganku karena wajahku sama dengan Rafael. Ya aku adalah saudara kembarnya. Namaku Raka Alexander. Sekolahku yang dulu berada di Inggris, aku memang saudara kembar Rafael tapi aku tidak satu sekolah dengannya. Satu hal yang harus kalian tahu! Aku bukanlah orang yang menyenangkan,

Bagikan :