“Aku pamit dulu. Besok kita bertemu lagi. Sampai jumpa Bro.”

   “Ya sampai bertemu lagi di Sekolah.”

Raka tersenyum. Ia menghidupkan mesin motor ninjanya lalu pergi meninggalkan Rumah Sakit itu dengan cepat. David memandangi kepergian Raka dan tersenyum kecil. Mulai esok hari-harinya akan berubah. Ia sudah mempunyai seorang teman baru. Teman yang mungkin akan mengeluarkannya dari dunianya yang gelap.

   Raka memakan makanannya dengan lahap. Dan tentunya ia ditemani oleh sahabat barunya David. Menurut Raka, David adalah orang yang pas untuk dijadikan sahabat baiknya. Ia mempunyai karakter yang sama dengannya dan itu akan membuatnya nyaman dan tidak canggung.

   “Raka apa kau belajar banyak tentang bisnis?” Tanya David.

Raka mengangkat alisnya. Ia sudah terlalu banyak belajar tentang bisnis. Hingga kepalanya sakit dan ia ingin muntah ketika gurunya menjelaskan semua tentang bisnis.

   “Hey ayolah kita itu masih remaja 18 tahun. Jangan pikirkan tentang bisnis! Itu hanya akan membuat kepalamu pusing dan ingin muntah. Lebih baik sekarang kau nikmati saja masa remajamu. Ada banyak hal yang harus kau lakukan dan kau nikmati.”

David mengangkat alisnya dan terkekeh geli. Ia tidak menyangka kalau Raka mempunyai pemikiran seperti itu.

   Rafael dan Nathan memperhatikan Raka yang sedang bersama David dari kejauhan. Mereka terlihat sangat akrab. Padahal mereka baru bertemu 2 hari yang lalu, tapi mereka terlihat seperti sudah bersahabat dari kecil. Rafael menatapnya tajam. Ia tidak pernah seperti itu dengan Raka. Bahkan tertawapun sangat jarang. Entah mengapa lelaki itu terlihat dingin saat bersamanya dan seolah-olah dia benci padanya.

   Raka merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Ia baru saja keluar dari kelas dan beristirahat sejenak. Raka mengerutkan keningnya ketika melihat seorang gadis sedang duduk di taman sekolah. Raka duduk disampingnya.

   “Kau sedang apa disini?” Tanya Raka.

Wanita itu menatap Raka dan mengerutkan keningnya. Raka tersenyum kecil, ia mengulurkan tangannya.

   “Aku Raka bukan Rafael. Kau?” Tanya Raka.

Bagikan :