Nadia berhenti dan mencoba mengingat-ingat dimana ia taruh berkas penting yang tidak boleh dilupakannya. Dan setelah ia yakin mengingatnya, ia langsung berlari ke arah mobil yang baru saja ia parkir. Ia membuka bagasi dan gadis itu pun tersenyum melihat map kuning yang tergeletak di atas tumpukan majalah memasak yang baru saja ia beli kemarin.

Tanpa berfikir panjang lagi, Nadia langsung berlari menuju ruangan kerjanya. Di tatapnya jam yang ada di lengan kanannya. Tidak banyak waktu yang ia punya. Ia harus mempersiapkan dirinya terlebih dahulu sebelum atasannya memanggilnya untuk segera mempresentasikan hasil kerjanya selama dua bulan ini.

Dengan tergesa-gesa akhirnya ia tiba di lobi. Berantakan, sangat kacau penampilannya saat itu. Namun hal itu tidak dihiraukannya, masih ada cukup waktu untuk ia memperbaiki hal kecil ini, pikirnya.

“Pagi, Mba Nadia…” ucap Rara.

“Pagi, Rara…” balas Nadia sambil menoleh ke arah Rara berada disertai senyuman manis yang tersungging di bibirnya.

Bagikan :