“Bagus, tidak sia-sia rasanya saya datang untuk menyaksikan presentasimu hari ini Nadia,” ucap Vio dari tempat duduknya sambil memainkan pena yang ada di tangan kanannya.

“Terima kasih, Pak Vio dan Rangga. Saya juga merasa tersanjung sudah bisa ikut serta dalam proyek ini.” Balas Nadia ramah.

“Ok. Untuk saat ini sudah cukup, kamu bisa kembali ke ruanganmu Nadia. Saya akan berbincang-bincang dengan Pak Vio untuk membicarakan proyek ini lebih lanjut.” Ucap Pak Rangga disertai tawa yang menunjukkan bahwa ia sangat senang karena presentasi barusan berjalan dengan sukses.

Nadia melangkah mundur dari posisi tempatnya berdiri dan keluar dari ruangan Rangga dan tidak lupa melemparkan senyum manis yang ia miliki ke arah Vio. Tetapi, ia tidak menyangka jika senyuman itu dibalas oleh Vio hanya dengan tatapan misteriusnya itu. Nadia hanya bisa menghela nafas panjang sambil menerka-nerka apa maksud dari tatapan yang ditujukan buatnya tadi.

Bagikan :