Setibanya di ruangan, Nadia langsung meminum air putih yang sudah disediakan untuknya di atas meja. Dengan nafas yang memburu, dihabiskan air yang ada di dalam gelas. Sungguh sangat mendebarkan presentasi tadi. Bukan hanya sekedar presentasi rasanya, baru sekali ia merasakan perasaan yang seperti ini. Ia langsung menghembuskan nafas panjang untuk membantunya agar lebih rileks. Baru saja ia merebahkan tubuhnya di kursi, tiba-tiba Rangga memanggilnya dari luar ruangan. Dengan sigap ia langsung bergegas menghadap Rangga berada.

“Ada apa, Pak?”

“Nanti siang saya dan Pak Vio mau makan siang di luar. Kamu bisa ikut?” tanya Rangga ramah.

“Hmm…. harus, Pak?” tanya Nadia ragu-ragu.

Tanpa diduga Rangga tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan yang diajukan Nadia barusan.

Bagikan :