“Serena kerja di kantor ayah aja deh, tapi Serena gak mau jadi sekretaris kak Jason, bisa-bisa bukannya kerja nanti kami malah berantem!” Jason dan Edward hanya tertawa kecil mendengar ucapan Serena yang terlalu polos.

“Yah, kan cuman sementara sayang, nanti kalau papa pensiun jadi direktur utama, toh juga kamu yang bakal jadi CEO-nya.” Serena hanya mengangguk lemas dan tersenyum terpaksa.

“Sudahlah, Dek, lagian biar orang tau kalau kakak itu punya adik yang sangat cantik.” Serena membulatkan matanya lalu melempar Jason dengan bantal yang ada di pangkuannya.

“Ngomong-ngomong nih, kalau Jack tau kamu pulang, pasti dia senang banget.” Serena hanya tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya.

“Oh iya ya, papa lupa, gimana sekarang Jack sama Catrine?” Serena mengangkat kepalanya dan menatap papanya yang menyebut nama wanita.

“Catrine? Siapa, Pa?” Edward tersenyum kecil sambil menatap lembut Serena. “Tunangannya Jack.” Serena membulatkan matanya dan menatap papanya tak percaya, mendengar Jack bertunangan membuat hati Serena sangat sakit, rasanya tak ingin bernafas lagi.

Bagikan :