1. Alfa

        “Sonia! Pakai jaketmu!” suruh Bunda. Ia berjalan ke arahku sambil membawa jaket tebal berwarna hijau muda. Langkahnya teratur, senyum hangatnya membuatku merasakan sejuta kebahagian. Binar matanya bening, menunjukkan kasih sayang.

        Aku menghampirinya dan mengambil jaket tersebut dari tangan Bunda. “Hari ini cukup cerah.” Aku mengenakan jaket berwarna hijau muda itu.

        Bunda tampak melihat jauh ke arah matahari terbit. “Ya.” Ia menimpali perkataanku.

        Sang mentari tanpa ragu terus menunjukan kemampuannya. Ia berhasil mengubah suasana dingin yang sangat mencengkeram menjadi sangat hangat. Sinarnya mampu mengubah gulita menjadi hari yang cerah. Sang embun dengan sangat bijaksana mengalah untuk pergi dan mempersilahkan sang mentari untuk menemani kami. Memberi semangat positif untuk menaklukan hari ini.

        Hari ini adalah hari pertama aku berlibur ke salah satu tempat yang sangat indah, Puncak. Ayah sengaja mengajak aku dan Bunda untuk berlibur ke tempat setenang ini karena ia ingin berkonsentrasi pada pekerjaannya. Ayah sangat menyukai tempat yang tenang untuk bekerja.

        “Bun, Sonia ingin mencari udara segar di luar sana, boleh?” tanyaku pada Bunda.

        “Boleh. Hati-hati ya! Jangan jauh-jauh,” balas Bunda.

        Aku melambaikan tangan dan mulai melangkahkan kakiku. Rasa penasaran yang menyelimuti pikiranku tentang keindahan alam pegunungan akan terjawab sudah. Aku akan berkelana di alam yang hijau ini.

Bagikan :