Saat diberi kabar tentang hal ini oleh pihak kepolisian, Bunda dan Ayah sangat terkejut. Perasaan mereka tak karuan. Ayah meminta pihak dari kepolisian untuk mencari jasad Kak Shania, namun setelah melakukan pencarian selama 3 minggu di sekitar tempat kejadian, akhirnya Ayah menyuruh pihak kepolisian untuk menghentikan pencarian tersebut. Karena kemungkinan kak Shania masih hidup sangat kecil, tapi pihak keluarga masih tetap mencarinya, hingga tiga setengah bulan lamanya, namun mungkin ini adalah waktunya kita untuk pasrah pada takdir Sang Ilahi karena jasad kak Shania tak juga ditemukan.

Mobil yang ditumpangi Kak Shania terjatuh ke dasar jurang dengan kedalaman 20 meter, dan konon di dasar jurang itu dihuni banyak hewan buas yang haus akan santapan. Menurut perkiraan, Kak Shania yang sudah tak berdaya karena benturan itu diseret dan dibawa ke dalam hutan oleh hewan buas. Tragis. Aku bahkan tak mampu membayangkannya.

Ini adalah sebuah teguran pada aku, Bunda dan Ayah agar lebih teliti lagi dalam segala hal. Ayah dan Bunda sangat terpukul akan hal ini. Bagaimana mereka tidak merasa terpukul? Anak mereka telah pergi selamanya dengan cara yang sangat tragis. Sulit untuk Bunda dan Ayah menerima semuanya. Bayang-bayang kak Shania masih terekam dalam memori kita. Andai kala itu aku tak sakit, pasti kejadian setragis ini tak mungkin menimpa Kak Shania. Pasti Kak Shania masih hidup dan ada di samping kami sampai detik ini.

Kehilangan memang bukan akhir dari segalanya. Semuanya takkan berhenti begitu saja. Tapi, selalu saja momen itu membekas dalam memori.

***

Bagikan :