“Iya, Mba…” Jawabku dengan lesu sambil memasukkan barang-barang yang ada di atas meja kerjaku, atau lebih tepatnya mantan meja kerjaku, ke dalam kotak kardus besar.

“Wah… Kamu hati-hati aja ya kalau masuk divisi itu,” kata Mba Rina.

Aku yang sedang memasukkan barang-barangku pun langsung berhenti.

“Memangnya kenapa?” tanyaku penasaran.

“Yang aku tahu selama ini sih, divisi desain itu kejam,” jawab Mba Rina.

“Ah masa sih?” tanya Mba Uni.

“Iya! Mereka semua pekerja keras, ga kenal waktu. Apalagi manager sales yang jadi bos mereka…” Jelas Mba Rina.

“Memangnya… Manager salesnya kenapa?” tanyaku.

“Denger-denger sih, orangnya galak banget! Serem! Terus tipe perfeksionis juga. Pokoknya dia ketat banget sama bawahannya,” jawab Mba Rina.

Mendengarnya, aku pun hanya bisa meneguk liurku.

“Mba Rin, jangan nakutin Audrey gitu dong. Kan kasian dia…” Kata Mba Uni.

“Aku ga nakutin dia, emang bener kok!” Kata Mba Rina.

“Mba Rina… Mba Uni…” Mereka berdua lalu menoleh ke arahku. “Doain aku ya supaya aku bisa selamat,” kataku.

“Pasti. Kita bertiga kan udah kaya kakak adek, pasti kita doain kamu,” kata Mba Uni.

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :