Good morning… Kamu sudah siap?” tanya Mom.

“Udah,” jawabku. “Masak apa Mom?”

“Nasi goreng. Ayo kamu bantuin Mommy siapin sarapan.”

Aku pun menuruti permintaan Mom dan langsung menyiapkan perlatan makan. Aku menyusun piring beserta sendok dan garpu di atas meja makan untuk Mom, Nicholas, dan aku. Kalau Dad, tentu tidak. Dad memang agak aneh, dari dulu dia tidak biasa sarapan. Katanya kalau sarapan, perutnya jadi sakit. Jadi setiap pagi saat kami sarapan, Dad hanya membaca koran sambil minum kopi atau susu hangat.

“Wah… Baunya enak nih.” Kata Nic yang tiba-tiba sudah masuk ke ruang makan. Terlihat jelas kalau dia baru saja bangun tidur. Rambutnya masih acak-acakan, bahkan ia tidak mencuci muka.

“Nic! Jorok banget ga pernah berubah!” Kataku, merasa risih melihat Nic yang dengan santainya langsung duduk di kursinya seperti biasa.

Nicholas menoleh ke arahku yang berdiri di sampingnya. “Bawel amat!” Katanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Nicholas…” tegur Dad dengan suara berat dan berwibawa.

“Ampun, Dad, habis ni Kak Audrey bawel banget,” jawab Nic dengan santai.

“Oke, semua anggota Harper sudah lengkap?” tanya Mom saat menghampiri kami sambil membawa nasi goreng yang sudah jadi.

Mata Nic yang sebelumnya masih setengah terpejam, langsung membelalak lebar saat melihat nasi goreng melintas di depannya.

Bagikan :