“Asik nasi goreng!!” Sorak Nic.

“Astaga, Nak… Kamu kok ga mandi dulu sih?” tanya Mom yang terkejut melihat penampilan Nic.

“Tau ni Nicholas! Jorok banget!” Tambahku. Nic langsung melihatku, lalu memicingkan matanya.

“Malas ah, Mom. Masih pagi gini, dingin,” kata Nicholas.

“Kan bisa mandi air hangat, Sayang. Atau kalau kamu memang malas mandi, seenggaknya kamu cuci muka dan sikat gigi,” kata Mom.

“Tanggung Mom, kalau sikat gigi duluan, terus sarapan, eh nanti sikat gigi lagi. Kalau langsung sarapan tanpa cuci muka dan sikat gigi kan bagus, jadi sekalian dibersihin gitu…” Nic cengar-cengir tidak jelas. Sedangkan aku dan Mom hanya bisa menggelengkan kepala.

“Sudah-sudah, ayo kalian semua sarapan. Kalau debat terus Audrey sama Nic bisa telat.” Kata Dad dengan santai sambil melipat korannya.

“Oke-oke…” Mom duduk di tempatnya. “Tapi besok-besok Mommy ga mau liat kamu begini lagi. Kamu ngerti Nicho?”

“Yeah…” Jawab Nic dengan malas, namun bersemangat saat menuangkan nasi goreng ke atas piringnya.

“Kamu bukan anak SMA lagi, kamu sudah kuliah smester lima. Kamu harus ubah sikapmu,” sambung Mom.

Okay Mom… I get it.”

Bagikan :