Setelah itu, kami pun memulai sarapan dengan tenang. Nicholas langsung diam dan tidak membantah lagi. Tentu saja begitu, yang bisa membuatnya diam dan tenang adalah makanan.

“Audrey…” Panggil Dad.

“Iya?” sahutku.

“Gimana pekerjaanmu? Baik-baik aja?”

“Baik, Dad.”

“Kamu nyaman kerja di perusahaan itu?”

“Iya. Nyaman kok. Aku senang, semua karyawan yang lain di sana baik sama aku,” jawabku.

Dad tersenyum kecil. “Hm… Baguslah, Daddy senang.”

“Nicholas…” Panggil Dad.

“Hm?” Sahut Nic tanpa melihat Dad karena ia sedang sibuk makan.

“Kuliah kamu gimana? Udah dapat judul skripsi yang bagus?” tanya Dad.

Nic tampak terkejut, ia pun mengangkat wajahnya dan menatap Dad dengan lesu. “Ya ampun, Dad… Aku masih semester lima.  Soal skripsi kan masih lama.”

“Jangan begitu, Nic. Kamu seharusnya nyiapin dari sekarang,” kata Mom.

“Tapi kan-“

Bagikan :