Setelah sampai, aku langsung duduk di meja kerjaku dan hendak menyalakan komputer. Namun saat itu juga, tiba-tiba ada salah seorang rekan kerja yang menghampiriku. Namanya Rina. Aku biasa memanggilnya Mba Rina karena dia lebih senior daripada aku.

“Audrey,” panggil Mba Rina.

“Iya, Mba Rin?” sahutku.

“Kamu dicari sama Pak Jaya tuh,” katanya.

Aku merasa bingung dan juga terkejut. Pak Jaya adalah direktur utama perusahaan ini, untuk apa dia memanggilku?

“Kenapa?” tanyaku.

Mba Rina mengangkat kedua pundaknya bersamaan. “Aku juga ga tahu. Pokoknya samperin aja, dari tadi dia nyariin kamu. Kayanya penting.”

“Oke deh,” kataku.

Aku langsung keluar dan masuk ke dalam lift untuk menuju lantai tempat di mana ruang Pak Jaya berada. Saat sudah sampai, aku menghampiri meja asistennya yang tepat berada di dekat pintu ruangan Pak Jaya.

“Pagi, Mba…”

Asisten cantik bernama Nova itu pun menengadahkan kepalanya.

“Eh, Audrey. Pagi…” Balasnya.

“Pak Jaya nyari saya?” tanyaku.

“Oh iya. Silahkan langsung masuk aja, Pak Jaya udah nunggu.” Katanya sambil tersenyum kecil.

Bagikan :