“Oke, saya sudah memutuskan. Kamu akan saya transfer ke Design Divison, dimulai hari ini,” katanya dan aku benar-benar terkejut.

“Ta-tapi Pak, say-”

“Tidak ada tapi-tapian. Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan papamu. Kamu bilang tadi ingin mencari pengalaman, bukan begitu?”

“I-iya Pak. Tapi-“

“Lulusan terbaik fakultas seni rupa dan desain sepertimu tidak cocok bekerja di divisi General Affair. Kalau kamu ingin mencari pengalaman, kamu lebih cocok bekerja di Design Divison,kata Pak Jaya sambil tertawa kecil.

Yaaaahhh… Bagaimana ini? Aku sudah merasa nyaman dengan pekerjaanku sekarang, apa aku harus pindah? Tapi kalau dipikir-pikir, alasan Pak Jaya tadi ada benarnya juga…

“Oke. Sudah ditentukan. Sekarang kamu boleh kembali dan membersihkan barang-barangmu untuk pindah ke divisi baru,” katanya.

“Iya…” Aku pun bangkit dari kursi. “Saya permisi, Pak. Terima kasih…” Kataku, lalu berjalan menuju pintu ruang kerja Pak Jaya, kemudian keluar dengan pikiran yang kalut.

***

“Apa? Kamu dipindahin ke divisi desain?Tanya Mba Uni, salah satu rekan kerja yang sudah akrab denganku.

Bagikan :