Mereka kemudian bermain mobil-mobilan balap sepanjang karpet ruang tengah sampai menuju dapur. Rutenya berputar-putar sekitar area ruang tengah-dapur hingga Anya kelelahan dan terduduk di lantai dapur.

“Yeee… Adek kalah!” sorak si Abang kesenangan.

“Capek, Bang. Balapannya istirahat dulu, ya.”

“Yeee… pokoknya Adek kalah.” Si Abang masih jingkrak-jingkrak, manas-manasin Anya.

Anya segera bangkit dari duduknya, berjalan mendekati si Abang dan mencubit lengannya.

“Aduh!” si Abang meringis lalu balas mencubit tangan kecil Anya.

Anya balas memukul kepala si Abang.

Si Abang balas menjitak kepala Anya.

Anya menjerit dan menangis.

Si Abang pun berlari menjauh sambil tertawa terbahak-bahak. Anya ikut berlari mengejar si Abang sampai ke ruang tamu. Mereka kejar-kejaran sambil memanjat kursi, melompati meja, trus balik lagi memanjat kursi dan melompati meja.

Bagikan :