Bab 1. A Beautiful Day

“Diterima! Cihuy!”

Segala berkas yang diperlukan difotokopi semuanya, rangkap dua malah. Maklum, latah. Takut ada yang ketinggalan. Sebenarnya dia sudah tiba di gedung ini sejak pagi, namun dirinya masih beredar juga supaya nggak ketinggalan informasi.

Dari awal mencoba ikut tes penerimaan pegawai negeri, tidak terlintas sedikitpun dibenaknya suatu keinginan menjadi PNS. Sori, nggak banget! Bukan cita-citanya. Tekadnya hanya lulus tes. Tidak berlama-lama jadi pengangguran. Yang penting, diterima bekerja.

Nominal gaji yang kata orang-orang kurang bisa menyesuaikan dengan inflasi harga-harga tidak terlalu dipermasalahkannya. Biarlah. Yang penting, statusnya jelas. PEGAWAI.

Sebenarnya malu juga sih. Alumni universitas negeri ternama mendaftar jadi PNS. Apa kata dunia? Eh, maksudnya, mau ditaruh dimana mukanya kalo nanti ketahuan teman-temannya? Sebab, rata-rata lulusan sini biasanya jadi manajer di dunia perindustrian.

Masa bodohlah. Pikirkan saja diri sendiri yang saat ini sedang sangat membutuhkan belas kasihan dari para pemilik bursa kerja.

Bagikan :