Eh, siapa itu? Dari gerak-geriknya sih sepertinya gadis itu berstatus sama dengannya, sama-sama baru lulus penerimaan pegawai di departemen yang sama. Tapi bukan berarti sama-sama jomblo dengannya. Bermodal nekat, disapanya saja gadis yang kira-kira berusia sebaya dirinya itu.

“Menunggu berkas?” tanyanya pelan dengan hati-hati.

Gadis itu menoleh. Sejenak dinikmatinya kekagetan gadis itu. Nggak tanggung-tanggung, gadis ini bukan main cantiknya. Tubuhnya yang langsing semampai terbungkus celana skinny jins dan T-shirt putih. Rambut coklatnya yang lurus berkilau rapi dan memikat dikepang ekor kuda. Apakah warna coklatnya itu asli? Poni cleopatra di dahinya membuat tangannya gemas ingin mengacaknya. Kacamata minusnya bertengger dengan serasinya di wajahnya yang bujur telur. Wajahnya mulus tanpa polesan bedak, sama sekali bebas dari totol-totol cokelat.

“Heh, ngapain lihat-lihat? ” hardiknya dengan mata mendelik.

Buset! Galak amat!

“Siapa yang lihat-lihat? Saya tuh tadi nanya situ, sedang nungguin berkas atau nggak.”

Gadis itu tiba-tiba tersenyum. Seerrrrrr. Jantung ini berdebar. Senyumnya maha manis ditambah dengan lesung pipitnya yang aduhai.

Bagikan :