Bab 1

 

1Nuna?? Apa yang kau pikirkan? Sedari tadi kau melamunkan sesuatu,” ucap seorang pemuda yang berawajah indo tetapi sudah lama di Korea. Duduk disampingku sambil melihat apa yang sedari tadi aku lihat

2Anni!! Hanya saja aku rindu pada sahabatku itu,” katanya sambil menggeser foto-foto yang ada di tabku itu.

“Hmmm, kenapa kau tak liburan dan bertemu dengannya saja?” ucap bocah tengik itu seolah antara aku dan Eka tak terjadi apa-apa.

“yak!! Bukankah sudah aku ceritakan kepadamu tentang masalahku itu?? Kenapa kau memberiku ide yang tak masuk akal?” ucapku kesal sambil menjitak kepala adikku itu.

 “owchh!! Sakit tau!! Bukan seperti itu, tapi sampai kapan kau akan mengumpat dan lari dari kehidupan yang menyiksamu?” sambil mengusap kepalannya yang aku jitak tadi.

Perkataan 3Namdongsaeku ini memang ada benarnya juga, lari dari masalah bukan membuat selesai dari masalah. Apalagi masalahku dengan andi dan perjodohan itu.

***

Bagikan :