“Sudah sampai!!” ucapnya sambil memberhentikan gayuh sepedannya dan menopangnya dengan satu kaki.

“Appa?? Sudah sampai!!” ucapku agak heran.

“Tak perlu aku beri alasan lagi untuk pertanyaanmu itukan?? Lagi pula, bersepeda lebih menyenangkan bukan?” ucapnya yang terlihat cool

Untung saja dia Namdongsaeku, kalau tidak mungkin aku sudah jatuh cinta padannya. Dari sikapnya yang melindungi, menjagaku, kadang sikapnya dewasa melebihi aku, tapi tak jarang juga dia bertingkah seperti anak kecil. kepintar dalam pelajaran sudah tidak diragukan lagi, apalagi jika dibandingkan dengan aku yang berperingkat sangat jauh dibandingkan dia.

“hahahha!! Kau memang yang paling keren” sambil mengangkat kedua jempolku.

“Tunggu aku dan kita masuk ke kelas bersama-sama!!” ucap Revo sambil berjalan menjauhiku dan memarkirkan sepedannya.

Dari arah depan aku melihat seorang lelaki sedang berlari kearahku, entah benar apa yang aku lihat atau memang hanya khayalanku saja. Tapi lelaki itu memang mirip sekali dengan Arif, tapi bukankah dia berada diindonesia bersama eka tentunya.

“Haii!! Apa kabar??” ucap lelaki yang sudah ada di depanku sambil tersenyum dan menyapaku dengan bahasa formalnya.

Bagikan :