“Aaarif??” ucapku gugup. Orang yang tersenyum padaku benar-benar Arif, sahabatku waktu di SMA di Indonesia

“Kenapa aku harus bertemu denganmu lagi.” dengan perasaan kesal, aku harus bertemu orang yang teryata aku kenal. meski aku sebal tapi tak dipungkiri juga kalau aku memang bersyukur ada orang yang aku kenal selain 5dongsaeku disini.

“Cihh, gadis ini!! apa kau pikir aku senang bertemu denganmu,” ucapnya kesal mendengar ucapanku barusan.

“Bagaimana kau disini?? Apa kau meninggalkan Eka juga?” ucapku kaget.

“Hemm!! Sama sepertimu,” ucapnya sambil mengangguk.

“Sepertiku? Aku bukan bermaksud meninggalkannya sendiri disana, hanya saja..” ucapanku terhenti saat mengingat seseorang yang tak ingin aku ingat.

“Andi? lelaki itu seperti orang yang gila setelah tau kau pergi. Dia berteriak-teriak mencarimu keseluruh penjuru kelas,” ucapnya sambil tetap tersenyum padaku.

Aku memang penasaran dengan cerita Andi mengenai mencari diriku tapi aku pura-pura tak tertarik dan mencoba mencari topik yang lain.

“Lalu? Bagaimana dengan Anwar, kau tahu kan?” ucapku penasaran dengan lelaki yang menyukaiku itu.

“Dia meninggal,” ucap Arif sambil menarik napas panjang.

Bagikan :