Bab 1

Nadine kembali mengalami mual-mual karena usia kehamilan nya masih muda. Setengah berlari ia menuju kamar mandi karena tidak tahan menahan rasa mual. Di apartemen nya dia hidup sendiri dan mengalami semua ini sendiri. Nadien berkumur-kumur lalu mengelap mulut nya untuk membersihkan sisa-sisa muntahnya. Setelah merasa lebih baik Nadien menuju dapur untuk membuat teh  hangat. Kehamilan nya yang masih berusia dua bulan saat ini. Jadi untuk sementara dia masih bisa leluasa menutupi dari semua orang dan bekerja. Meskipun setiap bulan Daniel mengirim nya uang untuk kebutuhan sehari-hari tetapi Nadine tidak mau terlalu bergantung pada Daniel. Terlalu munafik memang,tapi memang begitulah Nadien. Ia lebih memilih menerima uang bulanan seperti biasa lalu ia berikan pada ibunya dan sebagian ia tabung. Jadi jika sewaktu-waktu ayah memerlukannya ia tidak perlu meminta pada Daniel.

Bunyi bel pintu apartemen mengalihkan lamunan nya.

Segera dia membuka pintu apartemen nya. Dilihat dari lubang pintu seseorang yang tidak dikenalnya membawa bunga. Nadine membuka pintu dan mengamati lelaki yang memakai seragam berwarna biru.

“Maaf. . . Anda Nyonya Nadien Vincenzo. . . ?”tanya lelaki itu pada Nadine.

Tidak ada yang pernah memanggil Nadien dengan nama itu. Karena dia tidak pernah menceritakan apapun kepada siapa pun tentang pernikahannya. Nama belakang Vincenzo adalah nama belakang suaminya.

Bagikan :