“Hm. . Maaf saya Nadien Ladysa,bukan Nadien Vincenzo. . “ucap Nadien pikir nya mungkin bunga itu untuk Arlene,Arlene Vincenzo.

“Tidak mungkin saya salah Nyonya,alamat nya benar. . . . Tuan Daniel Vincenzo yang memesan bunga ini untuk anda. . . “lelaki itu menegaskan.

Daniel. . Bunga. . . tidak mungkin. . . . Daniel tidak pernah seperti ini,pikir Nadien. Meskipun Nadien adalah istrinya dan juga mengandung anak Daniel. Daniel tidak pernah memperlakukan dia seperti seorang istri karena pernikahan ini bukan atas nama cinta.

“Baiklah. . . . saya terima bunga ini nanti saya tanyakan pada Tuan Vincenzo”

Nadine mengambil bunga itu,menutup pintu lalu termenung menatap bucket bunga mawar putih yang segera ia letakan diatas meja.

Begitu indah,begitu cantik dia tidak pernah diperlakukan spesial seperti ini. Bahkan mantan pacar Nadine sebelum menikah sekalipun,setiap lelaki mempunyai sisi keromantisan yang berbeda-beda,bukan.

Dengan ragu dia mengambil kartu ucapan di bucket bunga itu lalu terpukau begitu melihat tulisan dikartu itu.

Bagikan :