“Ada apa. . . Kau sakit. . ?Vita terus menghantam pertanyaan dengan khas nya.

“Eh. . . . Vit. . . . . Maaf. . . . Aku sedang tidak konsentrasi saja. . . “ucap Nadien tergagap saat mulai sadar dengan sekitarnya.

“Yakin. . ??. Hm. . . ,ya sudah. Oh iya,tadi Mr. Vincenzo memanggilmu. Tadi dia kemari mencarimu. Kira-kira ada apa ya Dien. . ?”ucap Vita dengan wajah penuh tanya.

Nadien terbelalak saat mendengar apa yang diucapkan Vita. Ada apa lagi ini. Bukan kah ketika dikantor Daniel sudah berjanji untuk tidak menemuinya. Kenapa sekarang dia mencari Nadien keruangannya. Seorang CEO mencari karyawan biasa dikantor mencarinya langsung keruangan. Bukan kah itu hal yang mencolok. Apa yang dipikirkan karyawan lain. Seketika Nadien kembali berkecamuk dengn fikirannya.

Nadien bimbang,apa yang harus dilakukan nya sekarang. Keruangan Daniel atau mendiamkan nya saja. Ini tidak seperti biasa nya memang. Apakah ada hal yang penting,tapi mengapa Daniel tidak menghubungi saja lewat telepon.

Setelah berfikir panjang mau tidak mau Nadien menemui Daniel di ruangan nya. Dituju nya lift menuju ruang paling tinggi di kantor ini. Didalam lift Nadien masih berfikir benar atau tidak apa yang dia lakukan. Sebelum dia memecahkan apa yang ada dipikiran nya. Pintu lift sudah terbuka begitu saja. Dengan langakah gontai ia keluar dari lift tersebut.

Bagikan :