Perkataan Daniel membuat hatinya semakin remuk. Tangisnya kembali pecah dipelukan Daniel.

Daniel mengelus punggung Nadien berusaha menenangkan nya. Hati ibu mana yang sanggup dipisahkan dengan anak nya. Seperti terluka,luka yang sangat dalam. Dan terus menerus dibubuhi oleh garam.
Perlahan tangis Nadien mulai mereda,disadari dia berada dipelukan Daniel. Nadien langsung menghempaskan diri.

“Maaf. . . . . . “pelan-pelan Nadien menghapus air matanya.

“Tidak apa-apa Nadien,aku yang seharusnya minta maaf”

Nadien menghela napas nya membuat dirinya lebih santai dan segera mengingat untuk apa dia berada diruangan itu.

“Tadi kau mencariku. . Ada apa Daniel,mengapa tidak menelponku saja”ucap nya dengan nada sedikit sinis.

Bagikan :