“Aku benci padamu!” Sekuat tenaga aku melepas tanganku dari cengkraman Dilly dan melengos. “Sraylira, kau marah? Maaf, aku hanya ingin kita lebih akrab.”

Aku tak mengubrisnya, lagian kalimat ‘lebih akrab’ itu kesalahan. Memangnya dia dan aku pernah ‘akrab’ sehingga bisa ‘lebih akrab’?

“Aku membaca bab satu, Girl’s Play, aku menyukainya.” Dilly berteriak. Tapi, aku tak peduli.

Bagikan :