PART 1

 

Seorang gadis kecil berjalan pelan ke arah mawar yang menghiasi taman rumahnya. Tanpa menggunakan perlindung tangan dia memetik mawar merah itu. Darah yang muncul dari jari-jari kecilnya akibat tertusuk duri mulai menetes, namun gadis kecil itu nampak tidak merasakan apa pun. Tidak ada air mata atau ringisan kesakitan. Dia hanya menatap kosong ke arah mawar yang dia petik.

“Anabella, kau memetik mawar lagi?” ucap sebuah suara yang membuat gadis itu menoleh sedikit ke arah asal suara itu.

Ya, dia Anabella Curtina Evelyn atau biasa di panggil dengan Ana. Gadis mungil yang memiliki bola mata dan rambut yang sepekat langit di malam hari dan memiliki kulit yang putih pucat selayaknya salju. Tak lupa bibir mungilnya berwarna merah yang menambah nilai kecantikkan yang dia miliki. Dia adalah putri tunggal dari pasangan Lucas Evelyn dan Mikaila Evelyn. Mikaila menghampiri putri tunggalnya yang hari ini berusia 8 tahun. Mikaila membawa putrinya masuk ke dalam rumah dan meraih mawar yang dipegang Ana. Dengan lembut Mikaila mengobati jari kecil Ana.

“Mom sudah bilang, jangan memetik bunga mawar sendiri. Mengapa kau masih memetiknya? Lihat jarimu terluka. Anak perempuan harus menjaga tubuhnya dengan baik. Tidak boleh ada bekas luka sedikit pun. Berjanjilah kau tidak akan mengulangi ini lagi,” ucap Mikaila.

Bagikan :