“Ayo potong kuenya,” ucap daddy-nya.

Dengan bantuan daddy-nya, Ana mulai memotong kue itu dan memberikan ke mommy dan daddy-nya. Daddy-nya membantu Ana membuka kado yang diberikan daddy-nya. Ana berusaha keras agar tidak merusak bungkus kado berhiasan mawar itu. Dia menatap boneka teddy bear berwarna putih yang memiliki bulu yang lembut. Boneka itu berukuran lebih besar dari tubuhnya.

“Kau suka?” tanya daddy-nya.

Ana mengecup pipi daddy-nya dengan lembut.

“Terimakasih,” ucapnya.

Daddy-nya memeluk Ana dengan erat dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Mommy-nya hanya tersenyum melihat mereka.

“Maaf, Tuan, Nyonya, Nona. Ada tamu, beliau ingin bertemu dengan anda tuan besar,” ucap kepala maid yang tiba-tiba muncul.

“Siapa?” tanya Lucas.

“Tuan Albert Alexander Francisco,” ucap kepala maid.

“Persilahkan dia masuk,” ucap Lucas.

Ketua maid langsung menghampiri tamu yang datang ke rumah ini. Seorang pria muda datang mengikuti ketua maid. Lucas menurunkan Ana dan segera berdiri dengan di ikuti Mikaila. Ana bersembunyi di balik tubuh daddy-nya sambil memeluk bonekanya yang besar.

Bagikan :