Lucas menjabat tangan Albert sambil tersenyum ramah. Albert membalas jabatan tangan lucas tanpa tersenyum.

“Ana kenalkan … ini kakak Albert. Dia sahabat daddy dan mommy. Mulai sekarang panggil dia kakak ya, karna umurnya masih 18 tahun dan kebetulan hari ini juga ulang tahun kak Albert. Ayo beri salam kepada kak Albert,” ucap daddy yang membelai lembut rambut Ana.

Ana hanya mengintip dari balik tubuh ayahnya. Albert menatap Ana kecil yang nampak kesulitan memeluk teddy bear yang lebih besar dari tubuhnya. Ada hal yang aneh saat Albert menatap mata anak itu. Walau dia hanya bisa melihat setengah wajah Ana, namun itu mampu membuat jantungnya berdetak dengan keras.

“Cantik,” ucapnya tanpa sadar.

Dia terpaku menatap Ana yang hanya menatapnya kosong. Ana kembali bersembunyi di balik tubuh daddy-nya saat Albert mengatakan dirinya cantik. Daddy dan mommy-nya tertawa melihat tingkah mereka berdua. Daddy-nya meraih Ana dalam gendongannya. Ana memegang tangan teddynya, karna dia tidak mampu lagi memeluk teddy-nya dalam gendongan sang daddy. Ana menenggelamkan wajahnya di leher daddy-nya.

“Ayo beri salam dulu kepada Kak Albert,” ucap daddy-nya dengan lembut.
Ana perlahan mengangkat wajahnya dan menoleh kembali ke arah Albert. Saat itu juga Albert tersenyum saat Ana menoleh.

Bagikan :