Ana nampak tidak nyaman dengan tatapan Albert. Dia melepas pelukkan daddy-nya dan pergi kekamarnya. Ana memeluk teddy bearnya dengan erat. Saat dia sedang menaruh teddynya, pintu kamarnya terbuka. Dia melihat Albert masuk. Albert menutup pintu kamar Ana. Ana menatap jendela yang menampilkan pemandangan taman yang dihiasi mawar merah.

“Anabella, apa yang sedang kau lihat?” ucap Albert.

Ana tidak mengalihkan tatapannya. Dia hanya diam tanpa niat untuk merespon Albert. Perlahan Albert mendekat dan mau menyentuh pundak Ana. Ana membalikkan tubuhnya saat Albert akan menyentuhnya. Ana menatap Albert tepat di manik matanya. Albert tersenyum melihat mata indah Ana yang menatapnya. Tangannya terulur untuk menyentuh pipi Ana, namun Ana langsung mundur 2 langkah menjauh dari Albert.

“Ana tidak suka di sentuh?” tanya Albert menatap Ana yang masih diam menatapnya.

Perlahan Ana menganggukkan kepalanya. Albert masih menatap Ana dengan tatapan intensnya.

“Tapi tadi Ana dipeluk daddy,” ucap Albert memburu.

Ana mengerutkan kening menatap albert yang menatap Ana dengan intens. Ana terpojok di jendela. Albert meraih bahu Ana. Ana menggenggam dress putih yang dia gunakan dengan kuat. Albert membawa Ana ke sofa putih di kamar itu.

Bagikan :