“Bun, Rista berangkat dulu ya.” Pamitku.

Tak lupa aku juga menyapa adik semata wayangku, “Dah cemot….”

Benarkan masih sepi gini, eh tapi kok pada lari-lari, akhirnya aku juga ikut berlari menuju ke aula yang sudah penuh dengan murid baru. Hampir saja terlambat karena ternyata masuknya jam 06.30 bukan jam 07.00, untung tadi ayah yang anter jadi tidak terlambat. Aku harus berterima kasih kepada ayah sepulang sekolah nanti.

Hari ini diisi dengan pengumuman persiapan ospek serta acara sepanjang minggu. Besok adalah hari penuh perjuangan untuk menjadi murid baru di sini. Aku pandang wajah-wajah teman baruku, mereka terlalu serius mendengarkan. Kira-kira aku bisa nggak berteman dengan mereka kalau aku nggak merasa nyaman di awal pertemuan.

***

Ospek yang tidak menyenangkan, apalagi tiap sore ada latihan paskib. Aku tidak suka dengan paskib, apesnya paskib adalah unggulan dari SMU Ceria. Kalau boleh milih aku pengen tiap sore tidak ikut latihan. Kenapa juga disebut SMU Ceria kalau aku tidak bisa ngerasain Ceria di sini.

“Gimana ospeknya, Mbak?” tanya adikku dengan mimik lucu sengaja menggodaku.

Bagikan :