2. Teman Januari-ku

Selesai juga ospek kemarin, hari ini aku berangkat lebih awal agar dapat tempat duduk siapa tahu dapat teman sebangku yang menyenangkan. Kelas January masih sepi dan dengan leluasa aku bisa mencari tempat duduk yang kusukai.

“Selamat pagi, kamu sendirian? Aku boleh duduk disini?”

Aku mengangguk tanda setuju lalu mempersilahkannya duduk di sebelahku. Dia meletakkan tas orangenya di laci meja kami.

“Namaku Yesi.”

“Rista.” Kataku sambil menjabat tangannya.

“Tanganmu dingin.” Yesi tersenyum aneh saat menjabat tanganku. Aku hanya bisa angkat bahu karena aku pun tak tahu mengapa tanganku lebih dingin dari yang lain.

Bel berbunyi dengan nyaring tanda kami semua harus masuk ke kelas, tak lama wali kelasku pun masuk ke kelas untuk mulai pelajaran hari ini. Semua murid lagi-lagi bersikap sangat serius memperhatikan wali kelas kami.

Bagikan :