“Katie, kau nyaris membunuhku,” Evelyn mengumpat sembari menatap temannya dengan wajah kesal.

Katie tertawa renyah. “Habisnya kau melamun terus. Sedang membaca apa?” tanyanya, sambil melongokkan wajah untuk melihat apa yang tengah dibaca oleh Evelyn pada ponselnya. “Oh, pesan dari pujaan hati, eum?”

Evelyn merona, dan melihatnya membuat Katie terkikik geli. “Sudah berapa lama kalian tidak bertemu?” tanyanya kemudian.

Evelyn terdiam, tampak berpikir. “Kira-kira enam bulan.”

Katie terbelalak. “Selama itu?” tanyanya kaget. “Hm yah, pantas saja kau senyum-senyum sendiri seperti itu.”

Refleks, Evelyn memukul pelan lengan Katie. “Berhenti menggodaku, Kat!”

“Hahaha…” Seketika tawa Katie berderai, “Maaf, maaf, aku hanya bercanda… oh ya, bukankah pada hari ini kau hanya bekerja setengah hari?”

Evelyn melirik arloji yang melekat di tangannya. Jarumnya telah menunjukkan jam dua belas tepat. Ah ya, Evelyn baru mengingat jika semalam ia telah meminta izin pada manajer

Bagikan :