untuk bekerja hanya sampai tengah hari, khusus untuk hari ini. Ya, ia telah memiliki janji dengan salah satu sahabatnya semasa sekolah, dan mereka sudah cukup lama tidak berjumpa. Tepatnya sejak sahabatnya memutuskan pergi ke Melbourne, seusai kelulusan mereka.

        “Ya, kau benar. Ah, aku harus pergi sekarang. Sepertinya dia sudah menungguku,” kata Evelyn sembari bergegas mengemasi barang-barangnya.

        “Dia? Siapa maksudmu?”

Evelyn melirik Katie dengan tatapan jahil. “Kau tidak perlu tahu,” katanya, seraya menjulurkan lidah. Dengan cepat ia berlari meninggalkan Katie yang kemudian terdengar berteriak-teriak memanggil namanya.

***

Evelyn menatap gedung sekolah yang ada di hadapannya dengan ragu. Sekali lagi ia membaca pesan berisi alamat yang dikirimkan Monica malam tadi, untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak salah tempat. Dan setelah menyesuaikan isi pesan dengan pamflet yang ada di depan sekolah, perempuan itu mengangguk mantap.

Bagikan :