tambahnya kemudian. Lalu seakan teringat sesuatu, ia merogoh isi tasnya serta mengeluarkan sebatang lolipop dari dalam.

“Kau mau permen? Tenang saja, aku bukan orang jahat. Kau tidak perlu takut,” kata Evelyn, seraya menyodorkan lolipop berwarna cokelat tersebut kepada gadis kecil itu.

Gadis kecil bernama Angelica itu masih tidak menjawab. Ia menatap Evelyn lamat-lamat. Mengamati wajahnya, hidungnya, rambutnya, dan yang terakhir lolipop di tangannya.

“Mommy?! Kau Mommy-ku, bukan?!” tiba-tiba saja gadis kecil itu berteriak histeris, membuat Evelyn nyaris melompat karena kaget. Tangan mungilnya terangkat, menarik-narik lengan kemeja perempuan itu.

Evelyn terhenyak. “Apa? Bu-bukan—“

“Daddy pernah mengatakan padaku kalau Mommy cantik dan berambut panjang. Daddy juga mengatakan, kalau Mommy datang, Mommy pasti akan memberiku permen. Kau pasti Mommy-ku!” gadis kecil itu bersikukuh, membuat Evelyn semakin kelabakan.

Bagikan :