Dan sang supir yang bernama Harry itu pun tak mampu berkata lagi. Ia tahu betul, nona kecil itu mewarisi dengan baik sifat ayahnya yang keras kepala dan tidak suka dibantah. Maka tanpa berkomentar apapun, Harry mengemudikan mobil menuju kantor tuan besarnya, sesuai permintaan sang majikan kecil, Angelica.

***

Evelyn benar-benar kelabakan. Bagaimana tidak, kini Angelica tengah menarik-narik lengannya memasuki sebuah gedung kantor yang sangat megah. Membuat perempuan itu kebingungan sekaligus heran, memikirkan apa yang hendak dilakukan Angelica padanya. Belum lagi tatapan orang-orang yang mereka lewati, membuat perempuan itu meringis, merasa tidak nyaman.

Perlahan Evelyn menunduk. Sepasang mata hazelnya menelusuri dirinya sendiri, lalu berdecak kemudian. Jelas saja orang-orang memandanginya dengan aneh. Sebuah kemeja putih longgar dengan bawahan jeans biru—warnanya bahkan nyaris memudar—yang menempel di tubuhnya membuatnya terlihat tidak pantas memijakkan kaki di tempat eksklusif seperti ini.

Bagikan :