BAGIAN 1

Telepon berdering terus menerus ketika Fifi sedang menyelesaikan design baju pernikahan, yang sejak beberapa minggu ini ia kerjakan. Ia berdesis dengan jengkel, penelepon yang tidak tahu aturan, orang lagi sibuk, kok diganggu, rutuknya kesel. Ia paling benci diganggu kalau sedang membuat design baju, karena hanya akan mengganggu konsentrasinya, sepertinya penelepon ini tidak tahu diri kali yah, sudah tahu tidak diangkat dari tadi. Eehh, masih saja aja terus nyoba. Apa tidak tahu kalau orang lagi tidak ingin diganggu, orang tuanya rasanya tidak mungkin karena mereka sekarang lagi di Malaysia mengunjungi cucu keempat mereka yang baru berusia lima bulan. Mereka selalu menghubunginya pada malam hari, karena mereka tahu jam-jam yang digunakan anaknya untuk bekerja.

Dengan perasaan jengkel, kesal, dan terpaksa, ia menghentikan pekerjaannya, berjalan keluar, untuk mengangkat telepon yang membuat kepala pusing, berbunyi terus menerus. Sofia mengangkat gagang telepon dan berkata dengan ketus. “ Hallo?”

Bagikan :