kehidupannya lagi. Fifi mencoba melupakan semua kenangan yang menyakitkan itu, ia melihat celana dan baju yang santai yang tidak sesuai digunakan untuk bepergian. Ia harus berganti pakaian, lalu menutup buku gambar designnya berserta alat-alatnya, meletakannya di atas meja kerja, dan berjalan menuju ke kamar tidurnya. Fifi memakai blouse cokelat berlengan pendek dan jins pendek dan memandangi dirinya dengan puas didepan kaca besar disamping tempat tidurnya, ia terlihat seperti masih gadis belasan tahun dengan rambut diikat.

Fifi ingin meninggalkan pesan di telepon rumahnya, untuk berjaga-jaga kalau ia akan pulang telat, karena orang tuanya akan menghubunginya malam ini. Karena terlalu sibuk berpikir, ia tidak mendengar suara bel tidak berhenti berbunyi. Fifi kaget tapi dengan cepat mengusai dirinya. Pasti ini orang yang akan menjemputnya, siapa kira-kira orangnya yah, bertanya-tanya dalam hati. Ia berjalan dengan perlahan sebelum membuka pintu untuk tamunya itu.

        Ketika membuka pintu, ia melihat seorang cowok tampan yang sedang mengerutkan keningnya sambil menyapanya, “Hallo, Sofia.”

        “Siapa yah…?” Fifi sulit percaya apa yang ia lihat, karena waktu itu cowok yang sedang berdiri di hadapanya sambil tersenyum manis ini masih berusia enam belas tahun ketika terakhir sekali mereka bertemu. Walaupun mereka hanya selisih dua tahun, tapi sekarang ia jauh lebih tinggi dan lebih dewasa dari pada waktu itu serta menjadi cowok yang sangat tampan.

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :