Posso parlare con Sofia?” [1] Nada suaranya terdengar asing di telinga Fifi, dengan berbicara memakai bahasa asing dengan logat Italy-nya sangat terasa sekali, dengan sedikit ragu-ragu.

Fifi menjadi waspada dan tegang. “Yes,” serunya singkat tenang sambil menjempitkan rambutnya yang tergerai.

“Sofia?” Suara dari seberang sana terdengar tidak pasti.

Who is this?” sahutnya parau dan tanpa ia sadari, ia telah memegang gagang telepon dengan sangat erat. Walaupun ia faham bahasa yang yang dipakai oleh si penelepon, tapi ia malas menggunakan nya.

“Louisa,” jawabnya dengan ragu-ragu, dan sangat hati-hati seperti takut Sofia akan membanting gagang telepon, karena tidak ingin bicara lagi dengannya. “Come stai[2], Sofia?” hening sesaat. Melanjutkan ketika tidak ada jawaban dari Sofia. “I have to calling you. Leo

Fifi sangat shock ketika tahu siapa yang menelpon, ia sudah curiga sejak tadi karena hanya ada beberapa orang saja yang biasa memanggilnya Sofia, salah satunya Louisa. Karena Fifi masih sangat shock dan hatinya menjadi tidak tenang. Fifi berbicara tajam dan ketus. ”I won’t to talk about, Leo,” menenangkan dirinya dulu sebelum ia menambahkan dengan nada dingin.

[1] Bisa bicara dengan, Sofia?

[2] Apa kabar?

Bagikan :