“Itulah sebabnya aku menghubungimu,” sahutnya cepat. “Leo sudah sadar tapi hanya sebentar, dan pertama kali kata yang ia ucapkan adalah namamu”.

My name? Why?” Fifi memejamkan matanya karena sulit mempercayai apa yang telah dikatakan Louisa barusan.

“Leo menanyakan di mana kau dan kapan kau akan menjenguknya,” Sahut Louisa cepat karena masih merasa takut kalau Fifi akan langsung meletakkan gagang teleponnya, karena tidak ingin tahu lagi dan marah. “Sofia… Ia masih berpikir kalau kau itu masih menjadi istrinya.”

Fifi lama terdiam saja, tidak tahu harus berbuat apa dan ingin mengatakan apa, terasa bingung sekali. Kemudian dengan hati-hati menjawab. “Mengapa kau berkata seperti itu?”

“Itu jelas sekali,” terdengar hembusan napas dengan keras. “Leo menanyakan, “Di mana Fifiku? Di mana istriku?” Semula aku berpikir kalau Leo hanya shock dan menjadi orang linglung saja. Tapi beberapa menit kemudian aku mulai menyadari kalau apa yang aku pikirkan itu ternyata keliru, Sofia. Leo sejak kecelakaan itu telah hilang ingatan. Ia tidak ingat lagi perceraian kalian, dan juga tidak ingat apapun yang telah terjadi enam tahun terakhir ini, bahkan lupa tentang Kristina juga. Aku mengatakan kepadanya tentang anaknya itu, tapi ia hanya berbalik bertanya. “Siapa?” Hal itu sungguh membuat aku sangat terkejut dan sedih.”

“Apakah dalam kecelakan itu ia telah mengalami gegar otak yang cukup parah.”

Bagikan :