tiba-tiba terbangun dengan kepedihan hatinya, yang seakan tersayat-sayat oleh pisau.

Dan sekarang ia kembali harus berhadapan dengan Leo, ia sebenarnya dapat saja menolak untuk mengunjungi Leo tapi kalau Leo ternyata nantinya meninggal… Bisakah ia….?. Meninggal? Yah, Leo meninggal?. Tidak mungkin, sulit sekali membayangkan hidup tanpa Leo, walaupun ia sangat membenci Leo, namun ia ada alasan untuk tetap terus hidup, bisik suara hatinya menenangkannya.

        Fifi selalu sangat suka kepada Louisa bahkan sangat menyayanginya dan sudah seperti ibu kedua baginya. Louisa satu-satunya orang, selain Alex dalam keluarga Kalidares yang sangat menyayanginya dan menerima dirinya sebagai menantu dengan baik. Setelah bercerai, Fifi melarang Louisa bertemu dengannya lagi. Bagi Fifi keputusan itu diambilnya dengat berat hati, walaupun Louisa tetap ingin memprotes keputusannya. Louisa sangat mencintai anak sulungnya, Leo. Sehingga kalau mereka bertemu, Louisa pasti akan membicarakan tentang Leo, dan Fifi tidak ingin nama mantan suaminya itu disebut-sebut lagi didepannya.

        Dulu memang Louisa sering menghubunginya dan mencoba membujuknya agar ia mau bertemu dengan Leo, namun Fifi selalu dengan tegas dan keras kepala mengatakan bahwa ia tidak ingin bertemu dan mendengar tentang Leo lagi. Sehingga akhirnya Louisa menyerah juga dan menerima bahwa apa yang terjadi dengan kehidupan perkawinan mereka telah kandas di tengah jalan, sesudah itu Louisa juga tidak mengganggu

Bagikan :