Tanggapan bocah laki-laki tadi tetap saja sinis dengan tatapan mata melotot yang
memperlihatkan ketidak sukaannya atas keberadaan Yoga dalam rumah itu.

”Minum ini,sakitmu akan segera sembuh..Dan jangan pernah mencoba mengganggu atau
mendekati adikku,jika tidak kau akan tau akibatnya.”Ancam anak laki-laki itu sambil
menyerahkan ramuan dengan wadah gelas baja kepada Yoga.

”Iya aku tidak akan melakukannya…”balas Yoga sambil meraih segelas ramuan yang
diberikan anak itu.

Lagi-lagi anak laki-laki itu menatap ketus pada Yoga,kemudian menarik tangan sang adik
dan mengajaknya keluar kamar dan menutup pintu kamar dengan cukup keras.

Yoga bergidik,merasa mual ketika ramuan dengan rasa yang aneh itu masuk kedalam
lambungnya,dia memegangi dadanya yang sesak.Yoga menatap keseliling kamar yang
cukup gelap dengan pencahayaan yang hanya masuk melalui jendela dan masih ditutupi
oleh gorden putih dengan motif renda dibagian pinggirnya.Saat malam tiba,anak laki-laki
tadi selalu masuk kekamar dimana Yoga sedang tergeletak di ranjang dengan membawa
ramuan obat dan makanan kemudian menutup jendela kamar itu.

Berkali-kali Yoga menatap ke arah sekeliling kamar,baru hari inilah dia benar-benar bisa
sadar dan memastikan suasana kamar yang selama ini disinggahinya.Sudah berhari-hari
dia berbaring diruangan tersebut,andai saja anak laki-laki tadi tidak menghajarnya
mungkin hari ini dia sudah mampu berjalan.

*

Tadinya Yoga yang mulai siuman,mencoba berjalan keluar kamar,dengan sempoyongan dia
meraba pada dinding untuk meraih gagang pintu,namun karena kondisinya yang belum
pulih,saat pintu terbuka dia malah terjatuh dan terkapar dilantai,bocah perempuan tadi
lewat dan melihatnya,lalu mencoba menolong.Ketika bocah perempuan tadi membantu
dengan memapahnya untuk kembali ketempat tidur justru malah membuat kakaknya
menjadi salah paham dan menendang Yoga habis-habisan sampai kembali
pingsan,mungkin bocah laki-laki itu mengira Yoga akan mengganggu adiknya.Bocah tadi
memang masih kecil namun tendangannya cukup keras sehingga membuat tubuh Yoga
yang belum pulih langsung roboh.

***

Yoga berusaha mengingat tentang bagaimana dia bisa berada ditempatnya
sekarang,kondisinya benar-benar lemah,sehingga otaknya belum bisa berpikir secara
normal bahkan beberapa hari yang dilewati sebelumnya Yoga lebih sering tidak sadarkan
diri.

Yoga berusaha mengingat kejadian siang itu. Dalam perjalan pulang,dia sedang meneliti
catatan yang telah dia tulis untuk bahan materi karya tulis yang akan dibuatnya,tentu saja
mengenai tempat wisata bersejarah yang telah dia dan teman-temannya kunjungi,tiba-tiba

Bagikan :