bus yang ditumpanginya oleng,membuat semuanya histeris.Kejadiannya begitu
cepat,badannya menabrak kaca bus hingga membuatnya terlempar keluar.

Setelah tidak sadarkan diri,Yoga teringat tubuhnya terkapar dipinggiran sungai,bagian
bawah tubuhnya masih berada didalam air yang mengalir,ketika dia tersadar mencoba
mengerdipkan mata,dalam pandangannya yang buram terlihat dua anak kecil yang berdiri
disamping tubuhnya yang kemudian menyeret dan mengeluarkannya dari air,setelah itu
dia kembali tidak mengingat apapun dan ketika kembali sadar,dia telah berada
ditempatnya yang sekarang.

Yoga merajut satu persatu ingatannya,kemudian dia menggeser posisi duduk,kondisi
tubuhnya masih lemas.Yoga merasa sedih dengan kondisinya saat ini,dalam kondisi tubuh
yang sakit matanya terlihat berkaca-kaca,dia membayangkan kehidupan normalnya,dia
merindukan orang tua,sahabat dan juga guru disekolahnya.

”Sebenarnya sekarang aku ada dimana,kenapa tidak ada satupun orang yang menjemput
dan menjengukku..”gumam Yoga lirih.

Yoga mencoba berdiri dan bangkit dari tempat tidurnya,meskipun kesulitan dia
memaksakan diri,meraba dan mencoba bergerak kearah jendela kamar yang masih
bertirai.Akhirnya Yoga berhasil berdiri didekat jendela kamar lalu menyibak dan membuka
tirai jendela itu dan menatap keluar.

Dari balik jendela,Yoga melihat kedua anak tadi sedang bermain dihalaman samping
rumah,lalu mata Yoga menatap keadaan sekeliling.

Pertama kalinya Yoga melihat situasi diluar,nampak pepohonan besar dan lebat,hutan luas
yang membentang sejauh matanya memandang.

”Apa yang sedang kau lakukan?…”

Yoga tersentak kaget lalu berbalik badan,dia terkejut.Anak laki-laki yang tadi bermain
diluar rumah tiba-tiba sudah berada tepat dibelakangnya.

”Aku hanya ingin melihat keluar..” jawab Yoga sedikit gugup.

”Kenapa kau tidak istirahat,apa kau mau mati?…Cepat kembali ketempat tidurmu… ”suruh
anak itu kemudian memapah tubuh Yoga kembali ketempat tidur.

”Kami sudah menyiapkan makanan untukmu,segera makan dan jangan sampai
disisakan..”ucap dan suruh anak itu lagi.

”Kakak ini minumannya…”ucap sang adik perempuan,masuk kekamar sambil membawa
segelas minuman.

”Selesai makan dan minum air,kau juga masih harus meminum ramuan obat ini lagi..”jelas
sang kakak.

Bagikan :