Aku mengamati wajah Reno, mencoba membaca pikirannya dan menebak apa yang akan dikatakannya. Well, juga sedikit berharap dia mengatakan hal menyenangkan seperti bahwa dia mencintaiku misalnya. Jantungku berdebar membayangkannya.

“Sandra, aku… sebenarnya aku….” Lagi-lagi ucapan Reno menggantung.

“Iya, kamu kenapa?” Tuntutku tak sabaran. Apa sih sulitnya mengucapkan beberapa patah kata?

Reno baru akan membuka mulut lagi saat seseorang berteriak panik. “Kebakaran!! Kebakaran!!!!”

Seketika pesta meriah dan menyenangkan ini kacau. Aku melihat diantara orang-orang yang panik, berteriak dan lari ketakutan, api berkobar melalap gudang sekolah yang berada dibagian samping sekolah, tak jauh dari hutan yang mengelilingi sekolah. Bahkan beberapa pohon disana sudah terbakar. Reno tak lagi bicara padaku. Dia menarik tanganku dan Sarah lalu lari.

Disaat yang sama, angin berhembus dengan kencangnya. Aneh, karena beberapa menit yang lalu suasana begitu tenang, angin tak berhembus sekencang ini. Api yang berkobar semakin besar melalap apapun yang ada disekitarnya dengan cepat. Sepertinya Reno tak memperhatikan sekitar, dia terus berlari menggandengku dan Sarah yang terus berteriak ketakutan.

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :