Segala kesibukan yang menyenangkan ini adalah untuk merayakan dies natalis sekolahku yang akan diadakan besok malam. Sekolahku mengadakan pesta dies natalis setiap tahun.

Seluruh panitia sudah duduk di bangku masing-masing mengitari meja rapat besar berbentuk oval. Hari ini adalah rapat terakhir sebelum dies natalis, sekaligus pematangan untuk kesuksesan acara besok. Disini, posisiku adalah seksi konsumsi. Aku dibantu Sarah dan Luna. Menurutku, tugasku terbilang paling mudah jika dibandingkan dengan yang lain. Yang perlu aku dan teman-temanku lakukan hanyalah mengurusi segala urusan yang berkaitan dengan konsumsi.

***

Dies natalis tahun ini digelar semeriah tahun-tahun sebelumnya. Akan ada banyak penampilan band sekolah, dance, drama, dan beraneka ragam pertunjukan lain. Tapi yang membuat dies natalis ini spesial bagiku adalah karena 97 Band—band ibukota favoritku—akan tampil mengisi acara dies natalis di sekolahku! Rasanya seperti mimpi melihat secara langsung penampilan 97 Band.

Acara dies natalis dimulai pukul 18.30. Tapi aku sudah berada di sekolah sejak pukul 15.00 bersama panitia lain dan para pengisi acara. Aku, Luna, dan Sandra berada di kelas XI IPA yang sekarang dipenuhi dengan makanan. Kami sibuk memeriksa pesanan kami dan menghitungnya. Pekerjaan kami selesai saat ketua panitia masuk kedalam ruangan.

“Apakah seksi konsumsi sudah siap?” Tanya Reno.

Bagikan :