Ketiga seksi konsumsi langsung berjalan cepat menuju kelas XI IPA diikuti Reno dibelakangku untuk mulai mengambil konsumsi. Setelah itu, kami membagikannya kepada para tamu dengan dibantu beberapa panitia lain yang sedang tidak ada pekerjaan dan beberapa temanku yang baik hati ingin membantu. Tak sampai 15 menit, selesailah tugas seksi konsumsi dan setelah ini kami bisa ikut berpesta.

“Yuk kita ke lapangan.” Ajakku.

“Eit, tunggu dulu.” Reno menarik lenganku. “Kamu maniak banget sama 97 Band kan?” Tanyanya.

“Iya, kenapa emang?”

“Ayo, ikut aku. Kita akan nonton di tempat terdepan.”

Lapangan terlihat sangat ramai. Para penonton berdiri berdesakan dan tempat terdepan sudah penuh. “Kamu yakin kita bakal dapet tempat terdepan?” tanyaku.

“Yakin. Kita kan panitia, kalo cuma nonton di barisan terdepan, itu bukan hal sulit.”

Aku dan Sarah mengikuti Reno sedangkan Luna kembali ke kelas XI IPA. Dia bilang dia akan menyusul nanti. Reno tidak mengajakku nekat berdesakan menyeruak kerumunan penonton di lapangan karena itu memang hampir tidak mungkin. Dia membawa kami melewati belakang panggung lalu berjalan membungkuk di bawah panggung yang gelap. Dan sampailah kami tepat di depan panggung.

Bagikan :